Dear Papa, Terima Kasih Untuk Cinta dan Kasihnya
" Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya, ku terus berjanji tak kan khianati pintanya. Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintai mu, kan ku buktikan ku mampu penuhi mau mu". Ada Band - Gita Gutawa .
Kalimat diatas merupakan petikan dari lagu favorit saya yang dinyanyikan oleh Ada Band dan Gita Gutawa. Bagi saya lagu itu bukan hanya enak di dengar tapi merupakan salah satu ungkapan rasa cinta anak kepada Papanya. Ya, Saya dan Papa sama-sama lahir di tanggal yang sama, kita juga hampir mirip memiliki karakter yang sam-sama pula. Kita sama-sama gengsi dalam menyampaikan rasa cinta kepada satu sama lain.
Bagi saya beliau adalah sosok yang menginspirasi, melihat perjalanan beliau itulah yang membuat saya kuat dan bertahan hingga saat ini. Kenangan bersama Papa mungkin lebih banyak jika dibandingkan dengan alm. Mama karena sejak kelas 3 SD hingga kelas 6 saya tinggal di Tasik bersama tante dan nenek. Selama sekolah disana saya hanya bertemu dengan mereka beberapa kali dalam setahun.
Ada momen yang paling saya ingat yaitu beberapa hari alm.Mama sebelum meninggal, selama seminggu kita selalu bersama setiap harinya, selama bersama pula alm.Mama banyak memberi wejangan hidup. Waktu kecil sih saya pikir hanya wejangan biasa tapi ternyata wejangan tersebut bukan wejangan biasa lho , wejangan tersebut berguna untuk saya sampai hari ini dan saya akan lakukan hingga saya kembali nanti.
Papa dan Mama merupakan sosok panutan bagi saya, mereka sumber inspirasi dan kekuatan. Namun yang paling menginspirasi itu adalah Papa mungkin karena waktu bersama terlalu singkat kali ya.
Sudah 18 tahun lebih mama meninggal dan Papa masih sendiri hingga saat ini. Dari semenjak mama meninggal Papa menjadi sosok single parents yang kuat dan tangguh seiring berjalannya waktu. Masih dalam ingatan saya, selepas mama meninggal beliau hancur dan rapuh karena kehilangan belahan jiwanya.
Saya pernah melihat dia menangis di tempat sunyi namun tangisan itu tidak di tunjukkan di depan anak-anaknya mungkin dia tidak ingin terlihat rapuh di tinggal orang yang ia cintai. Selepas mama meninggal saya pun harus pindah sekolah di Jakarta dan mau tidak mau saya harus menjadi anak dan ibu rumah tangga yang mengurus segalanya.
Inget banget untuk daftar sekolah SMP pun saya harus sendiri lho karena Papa kerja. Waktu saya habis untuk sekolah , mengurus adik yang waktu itu masih usia 7 th, mengurus rumah dan jika ada waktu luang baru deh saya bisa bermain. Sejak saat itu Papa mempercayakan saya mengelola keuangan dan rumah, mulai dari memasak, mencuci, nyetrika dan semuanya itu saya yang pegang.
Papa memberikan rasa cintanya dan perhatian dengan cara lain
Dulu sempat protes juga sih kenapa saya harus melakukan itu semua padahal bisa dibilang usia saya masih sangat muda yaitu 12 tahun. Kalau protes gitu Papa hanya bilang, "kamu harus mandiri dari kecil itu jadi nanti kalau sudah punya keluarga sudah tidak belajar lagi" , kalimat ini yang terus di lontarkan oleh beliau kalau saya ngeluh. Dan ternyata ucapannya itu benar, karena diajarkan mandiri selepas saya punya anak ya saya ga kagok lagi dengan pekerjaan rumah tangga plus ngurus anak.
Papa itu jarang banget mengungkapkan rasa cinta dan perhatiannya kepada anak-anaknya , beliau memberikan rasa itu dengan cara yang berbeda dan bisa di bilang lewat omelan saja sih biasanya hehe itu pun ya sewajarnya ya, biasalah ya omelan dari orang tua ke anak misalnya jangan main skateboard terus, jangan mandi malam dan masih banyak lagi. Awalnya saya pikir omelannya itu karena beliau benci tapi itu bentuk sayang karena demi kebaikan anak-anaknya.
Sosok laki-laki setia
Hampir 19 tahun mama meninggal dan beliau masih saja memilih setia sehingga memutuskan untuk tidak menikah lagi. Rasanya cintanya begitu besar kepada alm. Mama, setiap sholat pasti deh berdoa untuk mama. Jarang banget ada laki-laki seperti beliau saat ini.
Beliau menjadi sosok contoh suami yang saya idamkan, selain setia, bertanggung jawab dan memilih membahagiakan anak-anaknya daripada menikah lagi mengejar kebahagiannya.
Sosok laki-laki yang kuat
Papa sosok laki-laki yang kuat menurut saya. Dari dulu kalau marah beliau tidak pernah main tangan dan hanya omelan sebentar saja. Tak hanya bisa kuat menahan amarah beliau juga kuat saat dapat cobaan. Tahun 2017 merupakan tahun terberat bagi keluarga kami terutama Papa saya yang harus menjalani Hemodialisa atau cuci darah.
Saat di vonis harus cuci darah Papa hanya bisa termenung sejenak, karena sedikit takut atau trauma kali ya soalnya ada beberapa temen Papa yang sudah kita anggap saudara itu harus seumur hidup menjalani cuci darah dan pada akhirnya meninggal. Namun masalah umur sih ya itu udah takdir, cuci darah ya sebagai bentuk ikhtiar kita untuk tetap hidup makanya mau tidak mau ya harus cuci darah.
Seminggu dua kali Papa harus menjalani cuci darah karena adanya banyak batu ginjal yang membuat racun di tubuh itu menumpuk dan tidak bisa tersaring. Setiap mengantar Papa cuci darah ada rasa ketakutan dan ngeri bagi saya karena setiap cuci darah beliau harus di tusukkan 2 jarum yang besar selama 5 sampai 6 jam lamanya.
Selama itu pula benar-benar menguras tenaga dan pikiran karena semua pasien bisa saja kolaps dan akhirnya meninggal saat cuci darah. Tenaga, pikiran dan uang habis terkuras. namun ada dampak positifnya juga dari cuci darah Papa jadi lebih banyak teman ngobrol dan lebih optimis menjalani hidup. Kita juga para penjaga pasien cuci darah sudah seperti keluarga yang saling menguatkan.
karena tidak tahan melihat 2 minggu sekali Papa harus di cuci darah saya pun mencari alternatif lain. Saya banyak mencari infomasi mengenai cuci darah dan penanganannya. Akhirnya saya bertemu seorang dokter urologi dan banyak berkonsultasi dengan beliau, menurut beliau Papa ini bisa bebas cuci darah asalkan kreatin atau racun di tubuhnya itu kurang dari 1.
Salah satu cara untuk kreatinnya normal yaitu harus di buangnya batu ginjal. Setelah pemeriksaan yang cukup panjang akhirnya Papa batu ginjalnya itu di laser lah. Setelah di laser Papa ikhtiar lainya yaitu minum obat herbal untuk meluruhkan batu ginjal yang tersisa. Karena ingin sembuh Alhamdulillah Tuhan pun memberikan kesembuhan dan Papa di bebaskan dari cuci darah, walaupun harus bertahap sih dari cuci darah seminggu dua kali sampai seminggu sekali kemudian bebas dari cuci darah.
Melihat perjalanan dia sakit saya semakin tahu kalau Papa itu orang yang kuat dan ga gampang putus asa ketika mendapati cobaan dan ujian. Beliau tetap sabar dan tawakal menerima semua ujian tersebut.
Sosok Laki-laki yang penyayang
Papa merupakan sosok yang penyayang dan memberikan kasihnya dengan cara yang berbeda, itu yang saya rasakan sebagai anaknya. Selepas saya menyandang status single parents, Papa membantu saya dan anak-anak saya untuk tetap hidup dan mendapatkan kasih sayang.
Shakila dan Kezia mendapatkan kasih sayang dari "Aki ( kakek) " yang luar biasa, anak-anak saya di manja banget sama beliau. Lewat perhatiannya beliau memberikan kasih sayang kepada mereka sampai saya pun dulu awal berpisah beliau tidak mengizinkan saya untuk kerja, beliau ingin saya mengurus sendiri anak-anak, makanya hingga saat ini saya belum pernah kerja fulltime hehe.
Dulu saya masih dilarang tidak boleh pergi jauh karena alesan anak saya yang juga cucunya tapi sekarang Alhamdulillah sdah mengizinkan saya untuk keluar mencari nafkah. Ada yang selalu ditekankan Papa ke saya yaitu komunikasi dan waktu bersama anak-anak.
Orang-orang yang pernah bekerja bersama saya mungkin tahu selama waktu luang saya selalu menelpon atau Video Call sama Papa dan anak-anak nah itu semua berkat Papa yang ingin komunikasi antar keluarga itu bai , ya walaupun hanya sekedar menanyakan lagi ngapain , sudah makan atau belum hehe tapi setidaknya kita saling memberikan kabar.
Karena untuk terus berkomunikasi dengan baik itu butuh pulsa , data dan kuota makanya saya selalu membelikan pulsa data untuk Papa. Handphone Papa itu bukan hanya dipakai oleh Papa tapi juga anak-anak saya karena sengaja sih kalau Handphone anak-anak itu saya pakai pasword yang tau hanya say , jadi kalau ingin berkomunikasi lewat handphone papa.
Untuk membelikan pulsa juga mudah banget, biasanya saya beli #pakeTCash yaitu layanan uang elektronik yang dapat digunakan oleh semua operator.
Cara Membeli Pulsa #pakeTCASH
- Buka aplikasi TCASH wallet
- Login dan klik fitur Pulsa/data
- Klik beli untuk orang lain
- Masukan nomer orang lain
- Pilih pulsa / data
- Pilih nominal yang akan dibeli
- Masukan pin TCash Wallet
- Selesai dan kita mendapatkan notifikasi.
Ada banyak alasan kenapa saya selalu membelikan Pulsa untuk Papa lewat aplikasi TCash, selain mudah kita bisa bertransaksi dimana pun dan kapan pun. Tapi ada yang paling saya suka yaitu bebas biaya admin dan juga suka mendapatkan bonus kuota lho. So,, #BuatKamu yang mau beli pulsa bisa #pakeTCASH saja karena lebih mudah dan banyak bonus. Biasanya TCASH bukan hanya untuk beli pulsa saja tapi untuk beli pulsa listri, jajan di mall dan masih banyak lagi. Enaknya #PakeTCASH merchant yang bekerjasamanya juga banyak jadi ga perlu khawatir kalau kita ga bawa uang cash ke Mall.




Comments
Post a Comment